Jumat, 25 Mei 2012

SAP (Satuan Acara Penyuluhan) Hipertensi

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Komunikasi merupakan proses penyampaian suatu informasi (pikiran, perasaan) antara individu dengan individu, individu denga kelompok dan antara kelompok dengan kelompok. Komunnikasi juga merupakan hal pokok dalam melakukan suatu tindakan dimana tujuan dari komunikasi tersebut adalah bagaimana tercapoainya suatu sasaran dari suatu pendapat.
            Komunikasi dalam komunitas adalah suatu perasaan/ komunikasi yang diadakan/ dilakukan dimasyarakat yang berhubungan antara yang satu dengan yang lain yang mempunyai tujuan. Untuk mencapai tujuan itu kita harus mengerti cara-cara momunikasi yang baik terhadap masyarakat dan dampaknya kita melakukan komunikasi terssebut.
            Komunikasi secara umum adalah untuk menyampaikan pesan (informasi) kepada orang lain supaya mengerti apa yang dimaksud dan dapat mengubah tingkah laku individu lain.
            Seringkali penyuluh/ mahasiswa  kurang mengerti cara penyampaikan suatu informasi kepada asyarakat. Kadang disamakan cara penyampaiannya dengan  sejawat.
            Pada makalah ini akan akan dibahas tentang bagaimana cara penyampaian informasi kepada masyarakat, supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan tersebut.

B.     Tujuan
1.      Supaya penyuluh/ mahasiswa mengetahui cara-cara berkomunikasi kepada masyarakat.
2.       Supaya penyuluh/ mahasiswa tidak janggal dalam komunikasi kepada masyarakat.





BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian
Komunikasi adalah proses sangat khusus yang sangat berarti dalam  hubungan antara manusia.
            Pada proses keperawatan komunikasi menjadi lebih bermakna karena merupakan metode utama dalam mengimplementasiakan proses keperawatan.
            Suatu peranan/ komunikasi yang diadakan/ dilakukan dimasyarakat yang berhubungan antara yang satu dengan yang lain yang mempunyai tujuan.

B.     Fungsi
1.      Menyampaikan informasi
2.      Mendidik
3.      Menghimbau
4.      Mempengaruhi

C.     Tujuan
1.      Perubahan sikap (attitude change)
2.      Perubahan pendapat (opinion change)
3.      Perubahan perilaku (behavior change)
4.      Perubahan social (social change)

D.    Cara-cara berkomunikasi dalam komunitas
1.      Saat berhadapan
a.       Badan tegak
b.      Tegas
c.       Sopan
d.      Posisi menghadap masyarakat
2.      Kontak mata
a.       Menatap mata komunitas saat berkomunikasi dan sambil tersenyum.
b.      Menatap ke arah komunitas saat berkomunikasi.
3.      Mempertahankan sikap terbuka
a.       Menerima pendapat, tanggapan (kritik/ saran   masyarakat).
b.      Tetap relaks, tetap dapat mengontrol keseimbangan antara dan relaks dalam memberikan respon pada masyarakat.

E.     Persiapan dalam komunikasi
Contoh : Memberikan penyuluhan
1.      Yang perlu disiapkan
a.       Persiapan situasi : kapan, dimana, siapa sasaran dan topik.
b.      Seleksi materi/ bahan penyuluhan : mana yang pantas diberikan dan mana yang tidak.
c.       Membuat garis besar : membuat hasil yang cukup baik.
d.      Latihan yang intensif : dengan latihan akan memberikan penyuluhan dengan baik.

2.      Contoh komunikasi dalam komunitas
Contoh komunikasi dalam komunitas adalah penyuluhan :

Penyaji            :  selamat pagi ( sesuai waktu) bapak-bapa saudarasaudara   sekalian.
Komunitas      :  selamat pagi !
Penyaji            :  baiklah kami akan memperkenalkan diri, kami dari tim kesehatan akan  menjelaskan tentang hipertensi, apakah kita dapat memulainya sekarang ?
Komunitas     :  Dapat.
Penyaji            :  Hipertensi adalah ………………
                              (menjelaskan sampai selesai)
   Baik bapak-bapak, ibu-ibu, saudara sekalian untuk
    bertannya  atau memberikan tanggapan kami
Komunitas        :  Apa-apa saja faktor yang menyebabkan terjadinya
                             hipertensi ?
Penyaji            :  Terimakasih atas pertanyaannya,
                          Pertanyaan yang bagus, kami akan menjawabnya.
Faktor-faktr yang menyebabkan hipertensi   adalah…………
                          Apakah bapak/ibu dapat memahami dan mengerti akan    penjelasan yang kami jelaskan.
Komunitas      :  Terimakasih jawabannya dapat kami pahami.
Penyaji           :   Terimakasih juga pak/bu dan kalau tidak ada lagi
         pertanyaanya   agar acara kita ini kita tutup. Dan atas
         perhatiaanya juga kami ucapkan terimakasih





















BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Komunikasi adalah proses yang sangat khusus yang berarti dalam hubungan antar manusia.
Komunikasi terhadap komunitas adalah suatu peran/ komunikasi yang diadakan/ dilakukandi masyarakat yang berhubungan antara individu yang satu dengan yang lain dan mempunyai tujuan.

B.     Fungsi komunikasi
1.      Menyampaikan informasi
2.      Mendidik
3.      Menghibur
4.      Mempengaruhi

C.     Tujuan komunikasi
1.      Perubahan sikap
2.      Perubahan pendapat
3.      Perubahan perilaku
4.      Perubahan sosial










DAFTAR PUSTAKA

Kariyoso, 1994. Pengantar Komunikasi Bagi Siswa Perawat, Jakarta : EGC
Ellis, Gatps, dan Kenworthy, 1995. Komunikasi Interpersonal Dalam Keperawatan, London : EGC





















SATUAN ACARA PENYULUHAN ( SAP )

Pertemuan ke                    :  I
Waktu                               : 90 Menit
Hari/Tanggal                     :                 2012
PokokBahasan                  : HIPERTENSI
Tingkat/ Semester             : Satu (1)/ Dua (2)
Dosen                                : Ns. Nurlela Nababan, S.Kep


I.       Tujuan Instruksi Umum ( TIU )
Setelah mengikuti penyuluhan ini masyarakat diharapkan mampu memahami tentang HIPERTENSI.

II.      Tujuan Instruksi Khusus (TIK)
Setelah memperhatikan penjelasan dari penyuluh masyarakat mampu
a.       Menyebutkan pengertian HIPERTENSI
b.      Memahami etiologi HIPERTENSI
c.       Memahami penyebab-penyebabnya
d.      Memahami patofisiologi
e.       Mengerti tanda dan gejala
f.       Memahami klasifikasi
g.      Menjelaskan pengobatan HIPERTENSI secara alami

III.    Meteri Penyuluhan
1.      Pengertian HIPERTENSI
2.      Klasifikasi
3.      Penyebab
4.      Patofisiologi
5.      Tanda dan gejala
6.      Pengobatan



IV.   Alat/ Sumber Penyuluhan
Alat      : Whiteboard, spidol, Leaflet, LCD ( infocus)

V.      Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)
Metode     :  Diskripsi

Langkah-langkah kegiatan
Alokasi Waktu
Tahap
Kegiatan

5 menit
Pembukaan
-          Salam pembuka
-          Menjelaskan TIK dan apersepsi tentang materi yang uluhkan/ sampaikan



70 menit
Penyajian
a.       Menjelaskan
-          Pengertian Hipertensi
-          Klasifikasi
-          Penyebab
-          Patofisiologi
-          Tanda dan gejala
-          Pengobatan Hipertensi
b.      Mengadakan tanya jawab tentang materi yang diuluhkan 

15 menit
Penutup
-          Merangkum hasil dari meteri yang telah dibahas
-          Mengadakan post test lisan
-          Salam penutup


VI.  Evaluasi
Prosedur   : post test lisan

Soal
1.      Bagimana proses terjadinya Hipertensi
Jawaban      :
Ø  Berat Badan. Semakin besar berat badan Anda, maka tekanan terhadap pembuluh arteri semakin besar.
Ø  Intensitas olahraga. Kurang olahraga cenderung meningkatkan detak jantung. Karena itu, jantung Anda harus bekerja lebih keras dengan setiap kontraksi.
Ø  Merokok. Zat-zat kimia yang terdapat pada rokok dan tembakau bisa merusak dinding arteri.
Ø  Stres. Stres bisa meningkatkan tekanan darah.
Ø  Konsumsi alkohol. Asupan alkohol berlebih secara terus menerus, akan meningkatkan risiko penyakit jantung.
Ø  Usia. Risiko tekanan darah tinggi akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia.


Tarutung,                 2012


Kelompok  IV













HIPERTENSI
A.    Pengertian
            Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHG
dan tekanan darah diastolic lebih dari 90 mmHG (Luckman Sorensen,).
Hipertensi adalah suatu keadaan dimana terjadi peningkatan tekanan darah
sistolik 140 mmHg atau lebih dan tekanan darah diastolic 90 mmHg atau
lebih. (Barbara Hearrison ).
Hipertensi dapat didefinisikan sebagai tekanan darah persisten dimana tekanan sistoliknya di atas 140 mmHg dan diastolik di atas 90 mmHg. Pada populasi lansia, hipertensi didefinisikan sebagai tekanan sistolik 160 mmHg dan tekanan diastolik 90 mmHg. (Smeltzer,2001) Menurut WHO ( 1978 ), tekanan darah sama dengan atau diatas 160 / 95 mmHg dinyatakan sebagai hipertensi.

B.     Klasifikasi
Hipertensi pada usia lanjut dibedakan atas : ( Darmojo, 1999 ). Hipertensi dimana tekanan sistolik sama atau lebih besar dari 140 mmHg dan / atau tekanan diastolik sama atau lebih besar dari 90 mmHg. Hipertensi sistolik terisolasi dimana tekanan sistolik lebih besar dari 160 mmHg dan tekanan diastolik lebih rendah dari 90 mmHg.

C.    Penyebab
Pada umunya hipertensi tidak mempunyai penyebab yang spesifik. Hipertensi terjadi sebagai respon peningkatan cardiac output atau peningkatan tekanan perifer

Namun ada beberapa factor yang mempengaruhi terjadinya hipertensi:
1.      Berat Badan
 Semakin besar berat badan Anda, maka tekanan terhadap pembuluh arteri semakin besar. Hal ini karena semakin banyak darah yang diperlukan untuk menyediakan oksigen dan nutrisi ke jaringan-jaringan di dalam tubuh.

2. Intensitas olahraga
 Kurang olahraga cenderung meningkatkan detak jantung. Karena itu, jantung Anda harus bekerja lebih keras dengan setiap kontraksi.

3. Merokok
 Zat-zat kimia yang terdapat pada rokok dan tembakau bisa merusak dinding arteri.

4.Stres
Stres bisa meningkatkan tekanan darah.

5. Konsumsi alkohol
 Asupan alkohol berlebih secara terus menerus, akan meningkatkan risiko penyakit jantung.

6. Usia
Risiko tekanan darah tinggi akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia.

D.    Patofisiologi
Mekanisme yang mengontrol konstriksi dan relaksasi pembuluh darah terletak dipusat vasomotor, pada medulla diotak. Dari pusat vasomotor ini bermula jaras saraf simpatis, yang berlanjut ke bawah ke korda spinalis dan keluar dari kolumna medulla spinalis ganglia simpatis di toraks dan abdomen. Rangsangan pusat vasomotor dihantarkan dalam bentuk impuls yang bergerak ke bawah melalui system saraf simpatis ke ganglia simpatis. Pada titik ini, neuron preganglion melepaskan asetilkolin, yang akan merangsang serabut saraf pasca ganglion ke pembuluh darah, dimana dengan dilepaskannya noreepineprin mengakibatkan konstriksi pembuluh darah.
Berbagai faktor seperti kecemasan dan ketakutan dapat mempengaruhi respon pembuluh darah terhadap rangsang vasokonstriksi. Individu dengan hipertensi sangat sensitiv terhadap norepinefrin, meskipun tidak diketahui dengan jelas mengapa hal tersebut bisa terjadi. Pada saat bersamaan dimana sistem saraf simpatis merangsang pembuluh darah sebagai respons rangsang emosi, kelenjar adrenal juga terangsang, mengakibatkan tambahan aktivitas vasokonstriksi. Medulla adrenal mensekresi epinefrin, yang menyebabkan vasokonstriksi. Korteks adrenal mensekresi kortisol dan steroid lainnya, yang dapat memperkuat respons vasokonstriktor pembuluh darah. Vasokonstriksi yang mengakibatkan penurunan aliran ke ginjal, menyebabkan pelepasan rennin. Renin merangsang pembentukan angiotensin I yang kemudian diubah menjadi angiotensin II, suatu vasokonstriktor kuat, yang pada gilirannya merangsang sekresi aldosteron oleh korteks adrenal. Hormon ini menyebabkan retensi natrium dan air oleh tubulus ginjal, menyebabkan peningkatan volume intra vaskuler. Semua faktor ini cenderung mencetuskan keadaan hipertensi.
Sebagai pertimbangan gerontologis dimana terjadi perubahan structural dan fungsional pada system pembuluh perifer bertanggungjawab pada perubahan tekanan darah yang terjadi pada usia lanjut. Perubahan tersebut meliputi aterosklerosis, hilangnya elastisitas jaringan ikat dan penurunan dalam relaksasi otot polos pembuluh darah, yang pada gilirannya menurunkan kemampuan distensi dan daya regang pembuluh darah. Konsekuensinya, aorta dan arteri besar berkurang kemampuannya dalam mengakomodasi volume darah yang dipompa oleh jantung (volume sekuncup) mengakibatkan penurunan curang jantung dan peningkatan tahanan perifer (Smeltzer, 2001).

E.     Tanda dan Gejala hipetensi
Hipertensi susah untuk dideteksi karena hampir tidak mempunyai gejala. Jadi, seseorang bisa menderita hipertensi selama bertahun-tahun tanpa menyadarinya. Meskipun biasanya hipertensi tidak mempunyai gejala, tetapi beberapa gejala berikut dikaitkan dengan tekanan darah tinggi:
  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Rasa berat ditengkuk
  • Perdarahan melalui hidung
  • Susah tidur
F.     Penatalaksanaan
a)      Aktivitas.
Klien disarankan untuk berpartisipasi pada kegiatan dan disesuaikan dengan batasan medis dan sesuai dengan kemampuan seperti berjalan, jogging, bersepeda atau berenang.
b)       Makanan
Makanan yang dianjurkan untuk penyakit hipertensi adalah makanan yang rendah garam, renadah lemak, kurangi makanan berupa kacang- kacangan. Dag.ing yang tidak bias dimakan adalah daging kambing, karena memiliki lemak tinggi. Serta kurangi makan daging
c)       Kontrol teratur
Control penyakit anda dengan konsultasi atau cek ke puskesmas atau pos kesehatan yang ada di tempat itu.


G.    Pengobatan hipertensi secara alami
Perubahan gaya hidup dan cara penyembuhan alami bisa membantu mengontrol tekanan darah. Tetapi, dokter juga bisa merekomendasikan obat-obat tertentu yang berfungsi menurunkan tekanan darah. Sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol bisa merusak organ-organ dalam tubuh serta meningkatkan risiko serangan jantung, perdarahan otak, penyakit ginjal, serta gangguan penglihatan.
Berikut beberapa penyembuhan alami yang bisa menjadi pilihan Anda:
1.      Daun Seledri

 






a)      Ambillah segenggam daun seledri lalu tumbuk sampai halus
b)      Kemudian campur dengan air matang dan saringlah pada sebuah   kain bersih / saringan halus. Usahakan air saringan sampai satu gelas
c)       Diamkan selama satu jam baru diminum dengan sedikit ampas.
d)      Minum secara rutin setiap pagi dan sore
Atau
Cuci bersih seledri yang masih utuh sebanyak 16 batang lalu potong-potong kasar. Rebus dalam 2 gelas air hingga tersisa 15 gelas Bagi air rebusan menjadi 2 bagian lalu diminum. Seledri yang sudah direbus dimakan. Lakukan secara teratur. Hati-hati menggunakan resep ini, karena dapat mengakibatkan penurunan tekanan darah secara drastis.


2.       Buah Mengkudu

 







a)      Ambillah 3 buah mengkudu kemudian parut dan peras airnya
b)       Usahakan airnya sampai satu gelas
c)       Minum setiap pagi dan sore
Atau
Gunakan juicer atau jus extractor untuk mendapatkan sari buah mengkudu. Campur buah mengkudu masak dengan air dan ambil sarinya. Minum setengah gelas secara teratur setiap hari.
3.      Alang-alang
 
 
a)      Potong-potong 60 gr akar alang-alang,
b)      lalu rebus dalam 3 gelas air. Biarkan mendidih hingga air tersisa 1 gelas
c)      Dinginkan, lalu saring minum 2 kali sehari sabanyak 1/2 gelas selama 10 hari.
4.      Bayam






a)      Cuci bersih 1 potong akar bayam duri berikut bonggolnya lalu dipotong-potong.
b)      Rebus dalam 2 gelas air hingga tersisa setengahnya. Minum air rebusan sekaligus.
5.       Mentimun







a) Rebus 150 gr mentimun dengan air secukupnya lalu minum air rebusan tersebut secara teratur setiap hari
b)      Atau parut 2 buah mentimun yang sudah dicuci bersih. Lalu diperas dan disaring.
c)      Minum air perasan tersebut 2 - 3 kali dalam sehari.
           Atau, 
a.       Ambil 2 buah mentimun, cuci, parut, lalu peras.
b.      Minum airnya dan lakukan 2-3 kali sehari.  Cara lain, ambil 200 gram   mentimun, rebus, lalu saring.
c.       Minum airnya dan lakukan sehari sekali.























DAFTAR PUSTAKA

Khasetra Renaldi, Muthmainnah, Rokhaitul jannah, Kapita Selecta kedokteran, Jakarta: 1999.
Direktorat jenderal Pencegahan dan pemberantasan penyakit menular, Pengobatan malaria, Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 1983.
Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Infomedika, Ilmu Kesehatan Anak II, Jakarta : 1985
Manuaba, Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga berencana untuk pendidikan bidan, Jakarta : EGC, 1998
http://www.farmasiku.com/index.php?target=pages&page_id=Hipertensi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar